02. Penunggu Pelangi

Penunggu Pelangi
Seorang pria termenung di beranda
Sepanjang hari ditatapnya cakrawala
Sesak di dada tak buat jera
Terus ia tatap wajah cakrawala

Menunggu cakrawala berwajah cengeng
Agar jatuh air matanya membasahi hari
Supaya yang dinantikan pria itu datang
Tujuh warna ajaib penyembuh hati

Mungkin cakrawala sedang gembira
Seolah-olah bercinta dengan surya
Dan mengabaikan sang pria
Namun ia tetap menatap, menunggu dengan setia

Pelukis Agung berjalan menghampiri
“Ceritakan kepada-Ku, agar Ku-lukis pelangi bagimu”
Ia mendengar-Nya, namun bukan lukisan yang dinanti
Dia pria, sangat, dan terlalu setia  menunggu


Jakarta, 5 Juni 2016

Komentar