Postingan

22. Empat Malam

Empat Malam Empat malam denganmu Malam tiada kelam bersamamu Bintang menari-nari dalam empat malam kita Bulan pun menyanyi dalam cahaya Rambut dan parasmu keindahan tak terucap Membuat ingatanku terkurung dalam sosokmu Hei, gadis... Ingatkah empat malammu denganku? Empat malam di sana hanya kau dan aku Berdua menembus ruang dan waktu Gadis... Apa kau ingat aku di bawah matahari? Asingkah aku, seperti kau asing bagiku? Pertemuan kita hanya di kala malam Aku berdoa kepada bulan Sekiranya malam ini kita bisa bertemu... Jakarta, 25 November 2017

21. Tuhan dan Orang "Benar"

Tuhan dan Orang “Benar” Tumpahkan darah-Mu di kota yang bersih Ke atas orang-orang benar di sana Ke dalam hati orang-orang beriman di tiap rumah Biar dilihatnya kotoran dalam kebersihan Jakarta, 3 Oktober 2017

20. Bulan Fajar

Bulan Fajar Tersesat di belantara langit Menyusul bintang tak terkejar Sedih, menangis sakit Kaulah bulan fajar Duduk di awan sepi sendiri Berharap bintang memanggil Duduk di awan kosong hati Memeluk badan menggigil Bulan fajar... bulan rindu Di belantara langit bermimpi Di atas awan mengigau lagu kenangan Kenangan cinta saat bersama bintang Jakarta, 23 Agustus 2017

19. Untuk yang Disayang

Untuk y ang Disayang Jika kutinggal kau mengembara Haruslah kau tahu... ragaku yang pergi Kalau nanti di negeri sana... Aku dirajam, ditikam, dipenjara, digeletakkan t anpa arti... Haruslah kau tahu... itu cuma derita raga Sampai mati jiwaku memelukmu Sampai kuburpun kau rinduku Sampai raga ini busuk , tetap merah darahku! Putih tulangku! Jakarta, 14 Juni 2017

18. Melebihi Pelangi

Melebihi Pelangi Bukan kopi, bukan rokok, bukan roti bakar, bukan lampu remang, juga bukan hujan... Tak pantas kenanganku seharga kopi, rokok, atau roti bakar Tak juga pantas disamakan lampu remang atau hujan yang merepotkan Kenanganku melebihi pelangi yang manja Mesti digandeng hujan ‘tuk diantar ke antara awan Kenanganku melebihi pelangi Ia jemput aku di tiap nafasku Ia peluk aku dalam sunyiku Jakarta, 13 Juni 2017

17. Nama

Nama Aku bukan aku karena namaku Karena aku adalah aku, itulah namaku Jakarta, 13 Juni 2017

16. Rindu

Rindu Ada lukisan tua dalam rumahku Jika rumahku umurnya 23 tahun Lukisan itu melebihi umur leluhurku Di dalam lukisan itu ada sungai bening Awan dan langit terpantul dari sana Pepohonan mengelilingi sungai Segala jenis binatang meramaikan taman itu Siapa pencipta lukisan ini... Apa maksud lukisan ini... Di mana ini dilukis... a ku tak tahu Sejak aku dilahirkan, sudah terpajang di rumahku Yang jelas, ada kerinduan yang amat sangat Seperti anak rindu kampung halaman Tapi aku tak tahu di mana itu Ayah bilang, itu tempat tinggalku sebelum aku dilahirkan Ah, ada satu gambar yang menarik di sana Di tengah lukisan, ada pohon besar H anya tumbuh satu buah Tiap lihat buah itu Aku selalu ingat akan apel yang kumakan tiap pagi Jakarta, 15 April 2017